{lombok primitive}

BALI oN LOMBOK




Di Lombok Anda bisa menemukan Bali, tapi di Bali Anda tidak bisa menemukan Lombok. Begitu penilaian sejumlah orang perihal Lombok usai berwisata, sejak dulu. Benarkah begitu? Lalu apa yang dimiliki Lombok dan tak ada di Bali?

Sewaktu menginjakkan kaki di Bandara Selaparang, Mataram, Lombok, kesan Lombok berbeda dengan Bali sudah mulai terasa. Langit bandara dan Mataram ketika itu biru, awannya berawan putih seolah berada di negeri awan.

Dan ketika menyusuri Lombok lebih jauh, ternyata anggapan itu bukan isapan jempol. Lombok ternyata puya daya pikat luar biasa yang tidak dimiliki Bali. Di pulau terbesar kedua setelah Sumbawa yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ternyata bukan hanya memiliki Kawasan Pantai Senggigi, Tiga Gili, dan Gunung Rinjani yang sudah memancanegara. Melainkan juga sejumlah obyek wisata lain yang potensial menjaring lebih banyak lagi wisnus dan wisman di kemudian hari.

Terlebih kini tengah dibangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah. BIL dibangun untuk menggantikan Bandara Selaparang di Mataram yang sudah tak mampu lagi memenuhi pertumbuhan penumpang dan frekuensi penerbangan ke pulau itu. Ada juga yang menyebutkan, pembangun BIL ini sebagai salah satu syarat Emaar Properties dari Dubai selaku calon investor yang akan mendanai proyek mega wisata seluas 1.250 hektar di Lombok Tengah bagian Selatan.

Luas BIL mencapai 535 hektar atau dua kali lebih luas daripada Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Biaya pembangunannya sebesar Rp 665 miliar. Ditargetkan mulai beroperasi awal 2010.

bali_lombok. Anda bisa menemukan Bali, tapi di Bali Anda tidak bisa menemukan Lombok. Begitu penilaian sejumlah orang perihal Lombok usai berwisata, sejak dulu. Benarkah begitu? Lalu apa yang dimiliki Lombok dan tak ada di Bali?

Ada Kuta Berpasir MERICA

Mendengar nama Pantai Kuta (baca: Kute), pasti yang terekam di benak kita pantai tersohor yang (hanya) ada di Pulau Dewata Bali. Padahal di Lombok pun ada pantai indah yang juga bernama Kuta.

Kendati sama-sama bernama Kuta, jelas pesona keduanya berbeda. Bila Pantai Kuta di Bali berpasir sebagaimana umumnya pantai lainnya, lembut dan putih. Lainnya halnya dengan pasir Pantai Kuta Lombok. Butiran pasirnya seperti merica berwarna putih yang menghampar di sepanjang bentangan pantainya.

Konon pasir berbentuk merica itu berasal dari butiran karang tempat nyale atau cacing laut bersarang. Nyale-nyale yang jumlah miliaran itu membuat sarang di karang-karang putih dengan cara melubangi karang. Sisa galian nyale itu berbentuk butiran-butiran pasir yang kemudian dihanyutkan ombak ke pantai.

Lantaran berbentuk seperti butiran-butiran seperti merica, banyak warga dan pengunjung pantai ini menganggap lebih nyaman saat diinjak tanpa alas kaki dan bermanfaat memperlancar sirkulasi darah. Keistimewaan pantai ini (lagi), setiap setahun sekali digelar Festival Bau Nyale atau mencari nyale. Dan sekali lagi hanya ada di Kuta Lombok bukan Bali.

Bedanya lagi, kalau di Kuta Bali kondisinya sangat ramai dengan wisatawan sehingga agak sulit mendapatkan suasana yang lebih privacy, tenang, dan asri. Berbeda dengan Kute Lombok, suasananya lebih tenang dengan suguhan alam yang jauh lebih memikat. Pantainya dilataribelakangi perbukitan dan bukit karang yang menghijau, airnya bening dan aman untuk direnangi. Pengunjungnya masih sepi. Yang ada hanyalah sejumlah anak, penjual cendera mata yang "gigih" menawarkan dagangannya.

Pantai Kuta Lombok memang belum setenar Kuta Bali bahkan Pantai Senggigi di Lombok Barat. Namun dengan segala perbedaan dan keistimewaannya, pantai ini bakal menjaring wisnus dan wisman lebih banyak, kelak. Untuk menjangkau pantai ini dari Senggigi memakan waktu sekitar 2.5 jam, melalui Kota Mataram. Tapi Bila nanti BIL sudah beroperasi waktu tempuhnya jelas lebih singkat.

Mengenai Saya

Foto saya
jimbaran, badung bali, Indonesia